Kuliner Betawi
Soto Betawi yang gurih, kerak telor yang ikonik, sampai bir pletok yang menghangatkan—peta rasa khas masyarakat asli Jakarta.
Sepiring akulturasi
Kuliner Betawi adalah bukti paling lezat dari sejarah Jakarta sebagai kota perjumpaan. Pengaruh Arab, Tionghoa, India, Belanda, dan Sunda melebur di dapur Betawi, menghasilkan cita rasa yang sulit dicari padanannya. Mari kita susuri dari yang mengenyangkan sampai yang menyegarkan.
Makanan berat
Inilah hidangan-hidangan yang mengisi perut sungguhan:
- Soto Betawi — soto berkuah santan dengan jeroan sapi, gurih dan kaya. Pertama kali dipopulerkan oleh Lie Boen Po sejak 1971, dan kini jadi salah satu ikon kuliner Jakarta.
- Laksa Betawi — ketupat dan bihun dalam kuah kuning bersantan, dilengkapi taoge, telur, dan emping. Namanya berasal dari kata Sanskerta yang berarti "banyak"—merujuk pada kekayaan bumbunya.
- Soto Tangkar — konon lahir di masa kolonial, ketika rakyat hanya mampu membeli bagian tulang iga (tangkar) yang lebih murah, lalu mengolahnya jadi sajian berkuah santan yang lezat.
- Sayur Babanci — uniknya, meski bernama "sayur", hidangan ini sama sekali tak memakai sayuran. Bahan utamanya daging sapi, santan, dan beragam rempah.
- Nasi Ulam — perpaduan lintas budaya: serundeng dari India, semur dan perkedel dari Belanda, bihun goreng dari Tionghoa.
- Gado-Gado Betawi — sayuran rebus dan gorengan disiram saus kacang berbumbu cabai rawit, dilengkapi telur, emping, dan perasan jeruk nipis.
- Sayur Sambal Godog — hidangan perayaan dari pepaya muda bersantan, biasa hadir bersama ketupat saat Idulfitri dan pernikahan.
Tahukah kamu? Sayur babanci adalah salah satu hidangan paling membingungkan secara nama—disebut "sayur" tapi nol sayuran. Justru di situ letak keistimewaannya.
Makanan pendamping
Pelengkap yang membuat satu meja makan terasa utuh:
- Ayam Begana — ayam goreng berbumbu kelapa sangrai, gurih dan pedas.
- Sate Asem Manis — berbeda dari sate kebanyakan, bumbunya memadukan rasa asam dan manis.
- Sayur Asem Betawi — kuah bening kecoklatan dengan rasa asam-pedas-manis yang segar.
- Gohyong — akulturasi Tionghoa-Betawi dari tradisi Hokkien; namanya berarti "lima aroma", merujuk pada lima rempah utamanya, dengan isian ayam cincang khas Betawi.
Makanan kecil dan kue
Untuk menemani sore atau sekadar ngemil:
- Kerak Telor — kudapan paling ikonik yang selalu hadir di Pekan Raya Jakarta. Dibuat dari ketan putih, telur, ebi, dan kelapa sangrai.
- Kue Pepe — kue berlapis warna-warni yang konon kue pertama yang dikenal masyarakat Betawi; tiap lapisnya bermakna siklus kehidupan.
- Roti Gambang — diperkirakan ada sejak awal abad ke-20, dinamai dari bentuknya yang menyerupai alat musik gambang, beraroma kuat kayu manis.
- Kue Dadar Gulung — persilangan Betawi-Belanda: kulit panekuk hijau ala Eropa diisi kelapa parut bergula merah.
Minuman
Penutup yang menyegarkan—dan kadang menghangatkan:
- Bir Pletok — minuman rempah merah dari jahe, serai, kayu manis, dan secang. Dikenal sejak zaman Belanda, dipercaya melancarkan peredaran darah, dan—sekali lagi—tanpa alkohol meski namanya "bir".
- Es Selendang Mayang — kue lapis dari sagu aren berwarna-warni, disajikan dengan sirup gula merah, santan, dan es. Namanya terinspirasi tokoh cantik Mayangsari dalam cerita rakyat Si Jampang.
- Kopi Jahe Betawi — ada sejak abad ke-18, memadukan kopi dengan jahe merah, cengkeh, dan kayu manis; menyimpan makna kebersamaan dalam silaturahmi.
Tahukah kamu? Bir pletok sudah dikenal sejak zaman Belanda, tetapi sama sekali tidak memabukkan—justru dipercaya menghangatkan tubuh dan melancarkan peredaran darah.
Di mana mencicipinya?
Kabar baiknya, kuliner Betawi tidak susah ditemui. Kerak telor menjadi bintang tahunan di Pekan Raya Jakarta, sementara kawasan budaya seperti Setu Babakan menjadi tempat tepat untuk mencoba aneka jajanan tradisional sekaligus menyaksikan budaya Betawi secara langsung. Soto Betawi dan gado-gado pun mudah dijumpai di warung dan rumah makan di seantero kota.
Sumber: Buku Panduan Pemilihan Abang None Jakarta Selatan 2026 (disarikan).
Sumber: Buku Panduan Pemilihan Abang None Jakarta Selatan 2026 (disarikan)
Kunjungi tempatnya
Lihat langsung di peta apa yang baru kamu pelajari.
Langkah selanjutnya
Uji pemahamanmu
Cara tercepat untuk mengingat: langsung dipraktikkan.

