jelajah jakarta
Jakarta 101 5 menit bacaBAB II · 2.1–2.3

Mengenal Jakarta Selatan

Hijau, asri, dan jadi denyut nadi ekonomi kreatif ibu kota—kenalan dengan Jakarta Selatan, wilayah tempat ajang Abang None ini berakar.

Satu dari lima wajah Jakarta

Jakarta tidak berdiri sebagai satu kota tunggal, melainkan lima kota administrasi yang saling melengkapi. Jakarta Selatan adalah salah satunya, dan punya karakter yang cukup khas: lebih hijau, lebih teduh, sekaligus menjadi salah satu pusat denyut ekonomi dan budaya anak muda Jakarta. Pusat pemerintahannya berada di Kecamatan Kebayoran Baru, kawasan yang sejak lama dirancang sebagai area permukiman tertata.

Yang menarik—dan kerap luput—adalah statusnya. Sebagai kota administrasi, Jakarta Selatan bukan daerah otonom seperti kota madya pada umumnya. Konsekuensinya, wilayah ini tidak memiliki DPRD sendiri, dan Wali Kotanya tidak dipilih lewat pemilu, melainkan ditunjuk langsung oleh Gubernur DKI Jakarta.

Tahukah kamu? Karena bukan daerah otonom, Wali Kota Jakarta Selatan tidak pernah maju dalam pemilihan umum—jabatannya merupakan penunjukan langsung dari gubernur.

Sepuluh kecamatan, satu identitas

Secara administratif, Jakarta Selatan terbagi menjadi 10 kecamatan dan 65 kelurahan. Kesepuluh kecamatan itu adalah Cilandak, Jagakarsa, Kebayoran Baru, Kebayoran Lama, Mampang Prapatan, Pancoran, Pasar Minggu, Pesanggrahan, Setiabudi, dan Tebet.

Nama-nama ini mungkin terdengar akrab: banyak di antaranya kini identik dengan kawasan kuliner, ruang kreatif, dan pusat aktivitas anak muda. Kebayoran Baru dengan Blok M-nya, Tebet dengan taman kotanya, sampai Pasar Minggu dan Jagakarsa yang masih menyimpan suasana lebih tenang di sisi selatan.

Lambang yang bercerita

Identitas Jakarta Selatan juga tertuang dalam lambangnya, yang berbentuk perisai bersudut lima. Di dalamnya tergambar pohon dan buah Rambutan Rapiah sebagai flora khas, serta burung gelatik sebagai fauna identitas wilayah.

Bukan sekadar hiasan—unsur-unsur ini melambangkan lingkungan yang hijau, asri, dan teduh, sekaligus mencerminkan semangat persatuan, kekuatan, ketenangan, dan kebersamaan yang dianggap menjadi karakter masyarakat Jakarta Selatan.

Letak dan luasnya

Secara geografis, Jakarta Selatan menempati bagian selatan DKI Jakarta dengan luas sekitar 145,37 km², atau kira-kira 22,41% dari total luas wilayah ibu kota. Berdasarkan ketetapan tahun 1989, batas-batasnya cukup jelas:

  • Utara — Banjir Kanal, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Kebayoran Lama, dan Kebon Jeruk.
  • Timur — Kali Ciliwung.
  • Selatan — Kota Administrasi Depok.
  • Barat — Kecamatan Ciledug, Kota Administrasi Tangerang.

Posisinya yang berbatasan langsung dengan Depok dan Tangerang menjadikan Jakarta Selatan semacam gerbang selatan ibu kota—tempat mobilitas warga dari kota-kota penyangga bertemu dengan denyut Jakarta.

Pusat budaya dan ekonomi kreatif

Di balik citranya yang hijau, Jakarta Selatan memegang peran besar sebagai pusat ekonomi kreatif Jakarta. Kawasan Blok M menjadi salah satu episentrumnya, dikembangkan lewat pendekatan berbasis kawasan untuk UMKM dan ditopang oleh komunitas kreatif di bidang fashion, kuliner, seni, dan desain.

Di sinilah ruang-ruang seperti M Bloc Space dan Taman Literasi Martha Christina Tiahahu tumbuh menjadi tempat berkumpulnya generasi muda. Tak jauh dari situ, Tebet Eco Park menawarkan ruang hijau hasil revitalisasi, sementara Taman Margasatwa Ragunan menjadi paru-paru sekaligus pusat konservasi satwa di selatan kota.

Sisi budayanya pun kuat. Setu Babakan di Jagakarsa berdiri sebagai perkampungan budaya Betawi yang menjaga tradisi tetap hidup—dari kesenian, kuliner, sampai arsitektur rumah Betawi. Bagi seorang calon Abang None, mengenal Jakarta Selatan berarti memahami bahwa wilayah ini bukan hanya tempat tinggal, melainkan panggung tempat budaya Betawi dan kreativitas modern berjalan beriringan.

Sumber: Buku Panduan Pemilihan Abang None Jakarta Selatan 2026 (disarikan).

Sumber: Buku Panduan Pemilihan Abang None Jakarta Selatan 2026 (disarikan)

Kunjungi tempatnya

Lihat langsung di peta apa yang baru kamu pelajari.

Langkah selanjutnya

Uji pemahamanmu

Cara tercepat untuk mengingat: langsung dipraktikkan.